Oktober 2011
Memasuki dunia pesantren di masa kuliah seperti ini terasa agak aneh. Bagaimana tidak, masa kuliah yang seharusnya menjadi ajang untuk mengespresikan diri dan mencari pengalaman, nyatanya hanya menjadi angan-angan. Orangtua ku berkeinginan agar aku kuliah sekaligus menghafal Al-Quran. Karenanya, sebuah sekolah tinggi dengan basis pesantren yang terletak di Jawa Tengah ini menjadi pilihan bagi ke dua orangtua ku. Mau tak mau, aku harus menurut. Awalnya aku begitu tertekan. Namun pelajaran semakin berat, membutuhkan pemikiran dan konsentransi tinggi. Tingginya tuntutan hafalan Quran juga menjadi beban tersendiri bagi para mahasiswa. Hal itu ternyata membuat kesehatanku menurun dan sering sakit. Orangtua yang berada di Jawa Timur begitu khawatir dengan keadaanku. Ayahku, yang kutau kesibukannya begitu banyak, ternyata mengorbankan waktunya untuk menjemputku setiap aku sakit. Menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam menggunakan bis, bukanlah jarak yang dekat. Hal itu berulang berkali-kali, sampai aku tak tega melihat ayah dalam sebulan sudah dua kali bolak-balik ke Jawa Tengah menjemputku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar