Produksi : StarVision
Sutradara : Sony Gaokasak
Penulis buku : Tere Liye
Pemain : Chantiq Schagerl , Nirina Zubir , Reza Rahadian , Mike Lewis , Loide Christina Teixeira , Fathir Muchtar ,
Di penghujung tahun 2011 , Dunia Film Indonesia kembali di guncangkan oleh salah satu film best sellernya yang mampu menyedot jutaan pasang mata di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Film yang di adaptasi dari Novel Best Seller karya Penulis handal Tere Liye yang berjudul Hafalan Sholat Delisa ini mengisahkan perjuangan seorang gadis cilik di saat bencana Tsunami melanda Aceh 7 tahun silam.
Film yang di sutradarai oleh Sony Gaokasak ini memilih lokasi syuting di daerah ujung genting dan bogor. Pantai dengan keindahan yang masih alami sangat sesuai dengan latar belakang film. Meskipun tidak lokasi syuting tidak di tempat asli kejadian tsunami , tetapi latar belakang yang di hasilkan sangat pas.
Film ini di mulai dengan kisah kebersamaan seorang Ibu bernama Ummi Salamah (Nirina Zubir) dengan keempat bidadarinya. Fathimah (Ghina Salsabila) adalah anak pertama , Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apria) , dan si bungsu Delisa (Chantiq Schargel). Rumah kecil dan sederhana di pinggir pantai di desa Lhok Nga, Aceh, itu menjadi saksi betapa bahagianya keluarga kecil itu. Meskipun Abi Usman (Reza Rahardian) ayah mereka , bekerja di luar negri dan jarang pulang tidak menjadikan mereka bersedih. Justru mereka berlima menjalani hari-hari dengan canda tawa dan tentunya dengan kasih sayang ummi mereka.
Hingga suatu hari tanggal 24 Desember , Di sekolah Delisa akan di adakan ujian praktek shalat dan tentunya wajib menghafalkan seluruh gerakan beserta bacaan-bacaan sholat. Di sinilah di mulai permasalahan. Delisa yang masih berumur 6 tahun masih sulit menghafal bacaan sholat itu, terkadang berhneti di tengah jalan, terkadang terbalik antara kata yang satu dengan kata yang lain. Ummi Salamah pun mengajak Delisa untuk membeli sebuah kalung dan Delisa sendiri yang memilihnya. Kalung dengan liontin huruf ‘D’ untuk Delisa. Ummi pun berjanji akan memberikan kalung itu sebagai hadiah apabila Delisa bisa menyelesaikan Hafalan Sholatnya dengan baik.
Keesokan paginya , Delisa pun makin semangat menghafalkan bacaan Sholatnya. Selepas maghrib setelah Ummi Salamah dan keempat bidadarinya sholat maghrib berjama’ah , tiba-tiba Delisa memeluk ummi dan berkata ‘Ummi, Delisa sayang Ummi karena Allah’. Mendengar perkataan si bungsunya, ummi salamah pun menangis. Dan akhirnya mereka berlima berpelukan dalam suasana yang haru. Malamnya,Ummi Salamah mendendangkan sebuah lagu sambil memeluk keempat buah hatinya. Seolah-olah itulah saat terakhir mereka bersama.
‘lembut kukenang,, kasihmu ibu ,, di dalam hati ku kini ,, menanggung rindu’
Pagi itu , 26 Desember 2004 , Delisa bersama ummi akan berangkat ke sekolah untuk ujian Hafalan Sholat Delisa. Tetapi sebelum mereka berangkat, ada sebuah gempa yang mengejutkan seluruh penduduk desa Lhok Nga. Gempa yang berlangsung beberapa menit itu sempat membuat Ummi dan keempat anaknya ketakutan. Tapi setelah gempa mereda , Ummi dan Delisa segera berangkat ke sekolah. Tanpa sepengetahuan mereka , air laut menyurut. Seolah menandakan bahwa akan terjadi sebuah bencana setelah ini.
Sesampai di sekolah, beberapa murid telah maju. Ketika akan tiba giliran Delisa, dia ingat akan pesan gurunya Ustadz Rahman (Fathir Muchtar) bahwa ketika sholat kita harus khusyuk dan tidak boleh memikirkan sekeliling kita. Tibalah giliran delisa maju, ia menoleh ke arah jendela. Ummi Salamah melambaikan tangannya dari balik jendela sambil tersenyum dan mengacungkan kalung ‘D’ untuk Delisa. Delisa pun maju dengan kemantapan hati dan memulai takbir dengan khidmat. Allahuakbar.
Bersamaan dengan itu ,gempa terjadi lagi dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ummi memanggil nama Delisa dan berusaha menyelamatkan Delisa. Tetapi Delisa tetap melanjutkan bacaan sholatnya. Karena kekhusyukannya, dia tidak memperhatikan panggilan ummi serta air laut yang datang dari arah pantai. Wuush.. Air pun menghantam segalanya.
Setelah seminggu lamanya , Delisa yang masih hidup dan terdampar di pantai di temukan oleh Pasukan Smith (Mike Lewis) dan akhirnya di rawat dengan penuh kasih sayang di rumah sakit oleh suster shofie (Loide Christina Teixeira). Setelah pulih dari komanya, delisa gadis manis ini harus menerima kenyataan bahwa ia harus kehilangan kaki kanannya. Di tambah lagi ia kehilangan ketiga kakaknya dan juga umminya. Bertambah pilu hati Delisa.
Lalu bagaimana kah kelanjutan kisahnya? Apakah Delisa bisa menghadapi berbagai cobaan yang di deritanya? Apakah Delisa bisa bertemu dengan Abi Usman? Di mana Ummi? Apakah dapat di temukan????
Untuk menjawab pertanyaan itu tentunya harus membeli tiket di bioskop-bioskop di kota anda :)
Tak apa kan menyisihkan sedikit uang yang biasanya terpakai secara sia-sia , untuk membeli tiket dari sebuah film yang sarat akan pesan moral dan hikmah :)
Anda akan menemukan apa itu sebuah kebahagiaan.
Anda akan menemukan arti dari kasih sayang seorang ibu dan ayah.
Anda akan menemukan betapa dahsyatnya bencana yang di berikan Sang Robb.
Anda akan menemukan sosok gadis kecil yang belajar tentang keikhlasan.
Anda akan menemukan kebesaran hati.
Di mana anda menemukan semua itu?? Tentunya hanya di HAFALAN SHALAT DELISA - THE MOVIE
CHECK IT PLEASE ::
# Untuk melihat trailer HSD >> http://www.youtube.com/watch?v=Rgg6jOFp9iY
# Untuk mendengar soundtrack HSD >> http://www.youtube.com/watch?v=yIRZuEYziqc
# Untuk mendownload ost. HSD >> http://mp3skull.com/mp3/lagu_ibu_ost_hafalan_shalat_delisa.html
# Apa benar ini sosok DELISA sebenarnya ?? >> http://equatorimages.com/photo.php?aid=24#9
KOMENT TENTANG NOVEL HSD ::
>> Buku yang indah ditulis dalam kesadaran ibadah. Buku ini mengajak kita mencintai kehidupan, juga kematian, mencintai anugerah juga musibah, dan mencintai indahnya hidayah. - Habiburrahman El Shirazy ( Novelis . Penulis Best Seller Ayat-ayat Cinta )
>> Novel ini disajikan dengan gaya sederhana namun sangat menyentuh. Penulis berhasil menghadirkan tokoh-tokoh dan suasana dengan begitu hidup. Islami dan luar biasa. Pantas dibaca oleh siapa saja yang ingin mendapatkan pencerahan rohani. - Ahmadun Yosi Herfanda ( Sastrawan dan Redaktur Sastra Republika )
>> oleh: asmeni
membaca buku ini,membuat sy iri pada delisa,karena sampai saat ini sy belum mampu mengatakan "aku sayang bunda"....
KOMENT TENTANG FILM HSD ::
>> Udah nonton pas 26 desember, persis waktu kejadian tsunami di aceh,...menyentuh, haru, bagussS banget,...aku +anak sulungku tak mampu menahan air mata, sip bagus
>> aku udah nonton...... beneran seru banget ,,,,, membuat kita inggat kepaada yang mencipta kan kita
>> subhanallah... memaknai kehilangan.. ikhlas itu indah...
>> Baru td bisa nonton. Hari ke 6 theatre msih full smp bwh. Disana sini trdengr isak trtahan, trmasuk aq dn anakku. Hiks hiks.
FAN PAGE HAFALAN SHALAT DELISA ::
http://www.facebook.com/pages/Hafalan-Shalat-DELISA/189217161163079
So ,, nggak ada alasan lagi untuk nggak nonton film ini kan ?? BURUAANN :’)
** KEIKHLASAN ADALAH DI SAAT KITA YAKIN BAHWA ITU ADALAH YANG TERBAIK UNTUK KITA **





Tidak ada komentar:
Posting Komentar