الله أكبر ولله الحمد.
Gema takbir bergaung di seantero kota Malang. Speaker-speaker masjid sudah bersautan sejak semalam, berlomba-lomba menyerukan asma Allah dan puji-pujian. Seperti di pagi yang syahdu ini, asma Allah memenuhi langit-langit. Dinginnya kota Malang tak menyurutkan semangat para kaum muslimin untuk menuju lapangan atau masjid terdekat. Rasa malas di pagi hari harus disingkirkan jauh-jauh, karena di pagi ini para kaum muslimin ingin mendapatkan kesempatan melaksanakan shalat ied berjama'ah.
Aku dan orangtua memilih menggunakan sepeda motor menuju salah satu tempat penyelenggaraan sholat ied yaitu di lapangan Universitas Muhammadiyah Malang. Lautan manusia tampak memadati lapangan rumput dan jalanan kampus. Lantunan takbir dari pengeras suara mengiringi setiap langkah para jama'ah.
Tak berapa lama, shalat dimulai dengan khusyuk. Nampak sang imam membacakan ayat tentang nabi Ibrahim dan Ismail. Setelah sholat dua rakaat berakhir, petugas yang ditunjuk untuk khutbah berdiri di mimbar, dan mulai menyampaikan khutbahnya. Isi khutbah diawali dengan pujian kepada Allah, rasa syukur atas nikmat yang diterima oleh kaum muslimin. Kemudian khutbah membahas tentang asal muasal disyariatkannya ibadah kurban, lalu hakikat dan makna kurban itu sendiri.
Di tengah-tengah khutbah, sembari memandangi langit biru yang bersih, pikiranku melayang. Membayangkan bagaimana perasaan para hewan kurban yang sebentar lagi akan dieksekusi. Membayangkan pisau tajam membelah urat di leher mereka. Membayangkan darah segar muncrat kemana-mana. Iihh. Membayangkan itu semua membuatku bergidik.
Aku memang takut dengan darah, otomatis setiap tahun selalu tidak tega melihat pengeksekusian para hewan kurban tersebut. Jadilah setiap hari raya Idul Adha, aku mengurung diri di rumah demi menghindari pemandangan-pemandangan horor, hehe.
Lepas dari semua itu, pikiranku mulai melayang lagi, kali ini tentang list hewan kurban yang semalam kubaca dari grup whatsapp sekolah tempatku mengajar. Alhamdulillah antusiasme para wali santri untuk berkurban bersama sekolah cukup tinggi.
Lalu aku termenung, membayangkan betapa bahagianya orang-orang yang bisa berkurban tahun ini. Pastilah mereka senang karena bisa menjalankan syariat Allah, dan senang karena bisa berbagi. Aah ingin deh rasanya. Walaupun takut dengan eksekusi hewan kurban, tapi bukan berarti aku tidak mau berkurban lho. Mau kok! Mau banget malah! Semoga tahun depan ada rezeki, sepertinya harus mulai menabung dari sekarang nih.
Kalau kalian bagaimana?
Sudah berkurban kah tahun ini?
Jika belum, semoga Allah memberikan kemudahan agar tahun depan bisa berkurban ya!
Ngomong-ngomong soal kurban, aku jadi ingat dengan tulisan yang muncul di timeline instagram semalam. Bunyinya adalah : "Tahun ini kurban perasaan dulu deh, semoga tahun depan bisa kurban beneran".
Wah wah, tulisan-tulisan seperti itu diindikasi berasal dari para jomblo, haha.
Menurut kalian bagaimana dengan tulisan tadi? Atau jangan-jangan kalian juga korban perasaan ya? Hehe.
Daripada kurban perasaan, kenapa tak kita kurban waktu saja?
Iya kurban waktu! Kurbankan waktu kita untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Maksudnya?
Gini lho, dalam sehari kita memiliki 24 jam. Sebenarnya itu waktu yang sedikit lho. Sedikit kalau kita bisa memanage-nya demi kebaikan-kebaikan. Bayangkan, 24 jam itu harus kita bagi-bagi untuk sekolah atau kuliah, sholat, membaca al-qur'an, berdzikir, mandi, makan, tidur. Itu baru hal-hal untuk diri kita sendiri. Belum lagi kita harus membantu orangtua, menemani adik belajar, menyelesaikan skripsi, atau kerja bagi yang sudah kerja. Sekolah, kuliah dan kerja sendiri membutuhkan waktu paling sedikit 6 jam dalam sehari. Aduh, rupanya banyak sekali yang harus kita lakukan dalam sehari ya.
Nah, apakah 24 jam yang kita punya itu sudah bisa kita bagi untuk hal-hal tersebut?
Ingat lho, sebisa mungkin lakukan yang baik dan bermanfaat. Percuma kalau hanya baik tapi tidak ada manfaatnya bagi kita maupun orang lain. Usahakan juga hal-hal baik yang kita lakukan itu mampu membuat kita menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Sepertinya terkait mengatur waktu butuh pembahasan tersendiri ya. Hehe.
InsyaAllah di lain waktu akan coba dibahas ya. Sebagai motivasi juga buat aku supaya bisa mengatur waktu.
Hal baik belum tentu bermanfaat, tapi hal yang bermanfaat sudah tentu baik. Gunakan 24 jam kita untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat, bukan hanya untuk kita pribadi ataupun hubungan kita dengan manusia lainnya, tapi juga untuk hubungan kita dengan Allah.
Oya, semoga tahun depan kita semua bisa berkurban ya! Sebagai tips, coba sisihkan perhari dua ribu sampai lima ribu perhari. Silahkan dicoba :)
#day1
#30dwc
#30dwcjilid14
#squad1
#naniashmenulis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar