Kamis, 23 Agustus 2018

Tips Supaya Kondangan Tidak Baper.



Bulan Dzulhijjah = Bulan Pernikahan.
Pernah dengar nggak sih kalimat di atas?
Kalau penulis sih sering banget. Hal itu didukung dengan terjadinya penumpukan undangan di bulan Dzulhijjah ini. Kamu juga kah? Hehe.

Tenang, slow, don't worry. Nggak usah panik dengan antrian undangan yang seakan mengusik batin kita, para jomblowan dan jomblowati. Haha.

Kali ini saya akan sedikit berbagi kisah tentang perjalanan hari ini, tepatnya Kamis 23 Agustus 2018 yang bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1439 H.

Sepagian itu aku sudah melaju dengan kecepatan tinggi di atas motor, membelah jalanan kota Malang yang masih sepi. Dinginnya udara menembus jaket dan membelai kejam kulitku. Setelah perjalanan sekitar 15 menit, sampailah aku di sebuah TK yang menjadi titik perkumpulan hari ini. Perkumpulan apa? Yap, hari ini aku dan teman-teman sengaja menyarter mobil beserta sopir (teman kami sendiri agar murah) untuk menuju Kediri. Sebuah kota yang berjarak kurang lebih 3 jam dari kota Malang. Sebuah kota yang akan kami tuju untuk mendatangi sebuah acara pernikahan teman kami di dalamnya.

Setelah semua rombongan lengkap, perjalanan pun dimulai. Sepanjang perjalanan menuju kediri, aku terlibat diskusi dengan seorang temanku yang sedang hamil. Kami bersahabat sejak kecil, karena orangtua kamipun saling dekat. Dia menceritakan bagaimana proses pernikahannya, diwarnai dengan tangis dan kegalauan, namun diakhiri dengan kebahagiaan. Dia juga menceritakan kehamilannya, yang katanya berat capek tapi bahagia. Terlihat wajahnya berseri-seri setiap bercerita episode hidupnya yang membahagiakan itu. Kami para jomblo akhirnya terbawa suasana dan ikut merasa bahagia juga.

Setelah perjalanan kurang lebih 3 jam, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Nampak terop berwana pink dan hijau berdiri kokoh di depan rumah sang pengantin. Setelah merapikan baju yang agak kusut karena perjalanan, kami pun mulai memasuki tempat acara. Suasana kampung yang hangat terasa sejak kami masuk. Para penerima tamu yang merupakan tetangga dan keluarga mempelai mempersilahkan kami masuk dan memberi kami kudapan. Setelah mengucapkan terimakasih, kami segera menuju tempat pelaminan di mana kedua mempelai sedang duduk manis.

Aaah bahagia rasanya. Momen seperti itu mungkin sudah sering teman-teman alami. Atau bahkan di bulan ini jadi lebih sering teman-teman alami? Haha. Karena sudah masyhur di masyarakat bahwa bulan dzulhijjah atau bulan haji adalah bulannya nikah. Jadi jangan heran kalau di mana-mana bertebaran terop. Saya sendiri mendapat lebih dari lima undangan di bulan ini. Haha.
Lalu ada sebuah celetukan teman, "Emangnya nggak baper tuh datengin kondangan mulu? Sendirian lagi? Pasangannya mana?".
Celetukan seperti itu sering mampir di telinga para jomblowan dan jomblowati yang istiqomah dateng ke pernikahan teman-temannya. Apa jawabannya? Baper kah?
No! Jangan baper dong! Nggak perlu sedih nggak perlu baper dan meratapi nasib.

Di sini penulis akan coba bagi-bagi tips gimana sih supaya ketika datang kondangan terus menerus kita tidak baper :)

Tips ini didapat setelah penulis sudah mengalami tahun-tahun kebaperan setiap datang kondangan. Akhirnya setelah menjalankan tips-tips ini, penulis tak lagi baper.
Penasaran apa aja tipsnya? Simak yuk!

1. Perbaiki Niat
Nah, niat adalah hal yang paling penting dalam setiap perbuatan. Bahkan dalam kitab kumpulan hadits Arba'un Nawawi, hadits tentang niat diletakkan di awal. Ada yang tau kenapa? Yups. Karena setiap perbuatan kita berdasarkan niat. Jika niat kita tidak baik maka perbuatan yang kita lakukan meskipun itu baik pasti akan sia-sia. Misal nih ya, niat kita dateng ke nikahan teman hanya untuk ngehina dia karena suaminya jelek (Naudzubillah).

Atau misal kita dateng ke nikahan teman hanya karena pingin nyicipin makanannya (biasanya akhir bulan bagi anak kos, hehe). Ada juga nih dateng ke nikahan temen niatnya untuk foto ala-ala jomblo ngenes sama pengantin terus diupload di IG (hayoo yang narsis). Nah niat-niat yang kurang baik seperti itulah yang harus dihindari. Usahakan niat harus tertata rapi ketika akan berangkat dari rumah, misal niat datang karena untuk menghadiri undangan teman dan ingin mendo'akan kedua mempelai secara langsung. Wah dijamin deh, sepanjang acara kamu nggak akan gondok mikirin 'kapan ya saya nikah'. Hehe.

2. Usahakan Ajak Teman
Biasanya kesendirian itu membawa kegalauan, ya nggak sih? Soalnya pernah nih penulis beberapa kali mendatangi nikahan teman sendirian. Enaknya sih kalau di tempat nikahan ketemu juga dengan orang yang kita kenal. Lha kalo enggak? Yah walaupun tetap bisa menikmati hidangan, tapi hidangan berasa hambar gitu. Secara makan hidangannya sambil ngeliatin ke arah kursi pelaminan di mana kedua mempelai sedang bersenda gurau mesra, haha. Siomay yang biasanya kerasa lezat jadi hambar karena dimakannya sambil baper ngelihat manten mesra-mesraan.

Lain cerita kalau bawa teman, kita bisa makan sambil cerita-cerita. Terus mesra-mesraannya pasangan mempelai nggak begitu ngefek karena diselingi senda gurau sama teman. Eits, tapi jangan bawa teman yang baperan lho ya. Penting ini. Kalau bawa teman yang baperan sama aja bohong dong. Malah jadinya nanti baper berjama'ah. Hehehe.

3. Bersyukur
Hal ini terlihat sepele tapi efeknya sangat dahsyat. Pernah nggak sih ketika kita kondangan, kita bersyukur? Kayaknya jarang ya? Malah kadang sibuk mengeluh. 'Kenapa ya aku ngenes amat, belum nikah sampai sekarang'. 'Kapan ya aku nyusul mereka?' 'Ini kenapa sih makanannya kurang enak'.
Pernah nggak kita coba ganti keluhan-keluhan itu dengan ucapan syukur?
'Mungkin aku belum bertemu jodohku karena Allah ingin aku menyelesaikan skripsiku dulu ya, Alhamdulillah ada kesempatan menyelesaikan skripsi'. 'Alhamdulillah kesendirianku saat ini bisa kugunakan untuk mengembangkan hobiku. Kalau sudah menikah pasti harus lebih fokus dengan rumah tangga'. 'Alhamdulillah masih diberi kesempatan makan kebab dan siomay, biasanya makannya cuma indomie, maklum anak kos'.

Hal-hal sekecil apapun kalau kita syukuri pasti akan terasa besar. Pernah dengar kan firman Allah? Yang artinya "Jika kalian bersyukur, niscaya akan Aku tambah".
Nah, dengan kita bersyukur terhadap sebuah nikmat, niscaya Allah akan menambah nikmat-nikmat itu. Jika kita bersyukur atas kesendirian, lalu Allah melihat kesungguhan kita mensyukuri nikmat-nikmatNya, siapa tau akhirnya Allah memutuskan untuk mempertemukan kita dengan sang jodoh yang misterius. Hehe.

4. Perhatikan untuk jadi Referensi
Biasanya kaum jomblo ketika datang nikahan hanya fokus di beberapa hal tertentu, makanannya atau pelaminannya, atau jangan-jangan malah fokus cari incaran? Haha, jangan dong. Godhul bashor alias tundukkan pandangan. Tips dari penulis, untuk menghindari kebaperan, sebaiknya kamu gunakan waktu untuk memperhatikan detail-detail di acara pernikahan tersebut.

Silahkan dicoba beberapa tips di atas!
Semoga nggak baper lagi ya tiap kondangan.
Percayalah, kelak ada masanya kamu juga duduk di pelaminan itu dengan orang terbaik yang sudah dipilihkan Allah untukmu. :)

#day2
#30dwc
#30dwcjilid14
#squad1
#naniashmenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar