Senin, 27 Agustus 2018

Mati Bawa Apa?




Alkisah, ada seorang saudagar kaya yang sangat sholih. Ketika penyakit keras menyerangnya, dan ia merasa ajalnya telah dekat, ia pun memanggil anak-anak dan istrinya. Kemudian ia berwasiat: "Kelak ketika aku meninggal tolong pakaikan kaus kaki robek ini di kakiku, meski kaus kaki ini telah robek aku ingin tetap membawanya ketika jasadku dikuburkan". Seketika menangislah istri dan anak-anaknya karena merasa ajal sang saudagar telah dekat.

Setelah sang saudagar menghembuskan nafas terakhirnya, anak-anak dan istrinya ingin menjalankan wasiat tersebut, tetapi dilarang oleh sang ustadz yang akan membantu proses pemakaman.

Terjadilah perdebatan sengit, sang ustadz bersikeras bahwa tidak boleh memakaikan kaos kaki kepada jenazah itu. Tapi keluarga saudagar bersikeras untuk tetap menjalankan wasiat itu. Di tengah perdebatan sengit itu datanglah kuasa hukum sang saudagar yang membawa surat wasiat yang ditulis sebelum kematiannya. Isinya:

"Wahai istri dan anak-anak ku tercinta, pasti saat ini kalian dilanda kebingungan tentang persoalan kaus kaki itu. Lihatlah keluargaku tersayang, hartaku banyak, uangku berlimpah, asetku dimana-mana, tapi semua itu tidak dapat menemaniku di dalam kubur, bahkan sepotong kaus kaki butut yang penuh lubang pun tak bisa aku bawa. Hanya amalan-amalan yang aku perbuat di dunia lah yang saat ini menemaniku. Karena itu, kejarlah duniamu untuk akhiratmu, tanamkan pada diri kalian bahwa apa-apa di dunia ini tiada yang kekal kecuali amal perbuatan kita".

Bercucuran deras air mata istri dan anak-anak sang saudagar setelah membaca surat itu, dan mereka berjanji akan menggunakan harta sang saudagar dijalan Allah.

Sahabat, hendaknya kisah diatas menyentuh batin kita. Betapa tidak berharganya harta yang kita miliki di dunia kecuali amal ibadah kita.

Stop bergalau-galau ria soal jodoh, baper melihat pasangan-pasangan selebgram posting foto mesra. Stop menuliskan status-status galau, berharap dilirik ikhwan sholih kemudian dinikahi. Stop sibuk kesana-kemari mengumpulkan pundi-pundi uang, berharap bisa membangun rumah bak istana dan memiliki mobil keluaran terbaru.

Jodoh adalah persoalan yang sudah dijamin oleh Allah, hanya saja Allah meminta bersabar untuk menunggu waktu dipertemukannya itu. Lalu soal kematian, Allah tidak bisa menjamin bagaimana kondisi kita ketika malaikat maut mencabut, seberapa banyak amalan-amalan yang sudah kita kumpulkan. Atau jangan-jangan kita mati hanya membawa dosa-dosa yang menggunung? Naudzubillah.

Jadi, mau mati bawa apa?

#day6
#30dwc
#30dwcjilid14
#squad1
#naniashmenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar