Sabtu, 25 Agustus 2018

Pacaran itu Rugi!



Sabtu 25 Agustus 2018 adalah hari yang sangat bersejarah bagi salah satu sahabatku, sebut saja namanya El. Pada hari ini El resmi menjadi seorang istri dari lelaki pujaannya. Berangkat dari kota Malang pukul 3 pagi, akhirnya aku sampai di rumah El pada pukul 9 pagi. Rumah El terletak di sebuah desa di pesisir pantai utara Lamongan. Cuaca di desa itu cukup panas, sehingga membuatku bersegera masuk ke dalam rumah El.

Di dalam rumah El tampak jelas kesibukan yang ada. Mulai dari para koki, sanak saudara, juga kru studio foto yang riwa-riwi. Tak menunggu lama segera kupeluk El dan kuucapkan selamat atas pernikahannya. El tampak sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun putih yang elegan.

Akad nikah yang direncanakan pukul 8 pagi harus diundur karena penghulunya antri, menikahkan pasangan-pasangan di desa-desa lain.
Sembari duduk dan menemani El menanti penghulu, aku mengajak El berbincang ringan.

"Hey, deg-degan ya kamu?" tanyaku.
"Iyaaa. Mulai deg-degan nih," jawab El.
"Akhirnya ya El. Nikah juga kamu. Hehe," candaku.
"Iya nih. Tau nggak? Kadang aku suka nyesel kenapa dulu-dulu itu aku pacaran ya. Toh ternyata jodohku bukan pacarku hehe," lanjut El.
"Wah iya juga ya. Udah berapa mantanmu?" tanyaku.
"Banyak hahaha. Makanya nyesel banget ih. Coba dari dulu aku tau nikahnya bakal sama siapa. Pasti aku nggak bakal pacaran sama orang lain," ujarnya bercanda.
"Haha masalahnya kita nggak tau jodoh kita siapa. Ya kan?" jawabku.
"Iya benar. Makanya nggak usah pacaran deh. Mending langsung nikah aja. Nanti pacarannya habis nikah aja," jelasnya.

Percapakan singkat antara aku dan El tersebut seketika membuatku termenung. Pikiranku mencerna seluruh perkataan El tadi. Dan El memang benar,  aku pun menyadari semua yang dikatakan El tadi benar adanya.

Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk pacaran? Berapa banyak uang yang terbuang mubadzir untuk pacar kita? Dan berapa banyak dosa yang sudah kita dapatkan dari berpacaran? Naudzubillah. Membayangkannya membuatku bergidik.

Di zaman modern ini, oleh sebagian masyarakat awam, berpacaran dianggap sebagai salah satu kewajiban yang harus dilakukan sebelum menikah. Katanya supaya saling mengenal antara keduanya. Hey, pacaran itu banyak palsunya. Ya kan? Ketika pacaran yang kelihatan terkadang hanya indahnya, hanya manisnya, hanya baiknya. Sifat-sifat aslinya muncul ketika setelah menikah. Iya lah, namanya juga cinta karena nafsu. Pasti akan banyak ketidakjujuran dan kepura-puraan.

Tapi kalau belum timbul cinta gimana? Harus pacaran dulu kan sebelum nikah untuk menimbulkan rasa cinta itu.
Apakah benar? Lantas kenapa ada pasangan yang sudah lama berpacaran ternyata putus dan nikahnya sama orang lain? Atau seperti kasus temanku, sudah berpacaran selama 8 tahun, kemudian menikah selama 5 tahun, akhirnya kini bercerai setelah banyak permasalahan dalam rumah tangganya.

Hey, pacaran itu tak menjamin cinta. Karena cinta ketika pacaran mayoritas penuh kepalsuan. Lain dengan menikah yang niatnya untuk beribadah. Jika tujuan menikah adalah untuk menyempurnakan agama, otomatis Allah menjadi tujuan bersama. Jika Allah sudah menjadi tujuan, niscaya segala permasalahan yang terjadi akan dikembalikan kepada Allah. Akan dicari solusi dan jalan yang terbaik sesuai syariat Islam. Benar begitu?

Wahai para jomblowan jomblowati, berbahagialah atas kesendirian kalian. Pertahankan itu. Jangan gunakan waktu kalian untuk pacaran, itu semua membuang-buang waktu.
Nikmatilah kesendirian kalian, jadikan kesendirian itu sebagai ladang untuk berbuat kebaikan dan beribadah sebanyak-banyaknya.
Mendekatlah kepada Allah, mintalah jodoh yang terbaik menurut Allah. Karena apa-apa yang baik bagimu belum tentu baik menurut Allah, begitupun sebaliknya. Allah lebih tau mana yang lebih baik untuk kita, dan kapan waktu yang pas untuk kita bertemu dengan sang jodoh.
Karenanya, teruslah menjadi semakin baik di setiap harinya. Kelak di waktu yang tepat, kau akan bertemu dengan jodohmu dengan keadaan yang terbaik pula.

Kata seorang ustadz, pernikahan itu adalah ibadah, mendapat pahala. Masa kita mau melakukan ibadah pakai cara maksiat dulu sih, pacaran? 

Untuk yang sudah pernah pacaran, bertaubatlah. Putuskan sekarang! Pacarmu belum tentu jodohmu.
Jika dia memang laki-laki yang baik dan menyayangimu, ia tidak akan mengajakmu dalam jurang kemaksiatan. Pasti ia akan secara gentle mendatangi orangtuamu, memintamu dengan baik dan santun. 

Percayalah, cinta karena Allah adalah sebaik-baiknya cinta. Ketika itu semua dikemas dalam bentuk pernikahan, niscaya akan mengalirlah pundi-pundi pahala bagi kita. Meraih cinta-Nya dengan cara mencintai hambanya karena Allah. :)

#day4
#30dwc
#30dwcjilid14
#squad1
#naniashmenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar