Jumat, 31 Agustus 2018

Surga yang Kurindukan - #pelangisehabishujanpart3




Sepertiga malam menjadi saksi bagaimana aku begitu hebatnya mendiskusikan sosokmu dengan Sang Pencipta. Bahkan derai air mata tak jarang mengiringi bisikan pintaku. Mengadu pada Allah menjadi hobiku, kusadari diri ini lemah tak berdaya. Karenanya kuasa Allah menjadi satu-satunya keajaiban yang bisa terjadi di hidupku.

Suatu pagi di hari libur, di saat aku sedang bersantai dengan sebuah novel dan secangkir kopi, ibu menelpon. Setelah saling bertanya kabar, ibu mengatakan sesuatu yang terdengar sangat serius. Ada seorang pria, datang dan ingin melamarku. Aku terdiam. Semua memori tentang masa lalu yang menyakitkan seketika berkelebat dalam ingatan. Ketakutan yang sempat kubayangkan tentang membangun rumah tangga, mulai bermunculan lagi.

Namun aku tahu, semuanya harus diakhiri di sini. Tak kuizinkan lagi masa lalu datang dan menghantui. Baiklah, sepertinya ada yang harus diakhiri dan dimulai di sini.

"Bu, sekarang Nia manut sama bapak ibu. Siapapun lelaki yang bapak dan ibu ridhoi, Nia juga ridho," ujarku lirih.

"InsyaAllah ini terbaik untukmu nak," Ibu menjawab. Kuyakin ia sambil tersenyum.

"Nanti ibu kirim foto dan biodata singkatnya. Kamu baca-baca ya Nia," lanjut Ibu.

Dan segala prosesnya pun dimulai. Kuserahkan segala alurnya kepada Allah. Biar Allah yang menentukan siapa yang terbaik untukku. Jika memang ia yang terbaik, Allah akan memberikan kemudahan.

Ia, seorang lelaki yang tak kutahu wajahnya. Seorang lelaki yang tak kutahu asalnya. Seorang lelaki yang tak kutahu bagaimana perangainya. Tapi aku yakin dan percaya kepada Allah. Jika dia baik untukku dan agamaku, Allah akan membuat semuanya mudah.

Ia seorang lelaki yang akan menjadi pendamping hidupku jika Allah izinkan. Ia seorang lelaki yang akan menjadi surgaku kelak. Ia, surga yang kurindukan.

#day10
#30dwc
#30dwcjilid14
#squad1
#naniashmenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar