Kota hujan sepagian ini mendung, mentari nampak malu-malu, awan hitam menggantung.
Kupanasi motor matic yang selama ini setia menemaniku berangkat ke sekolah. Setelah dirasa cukup, aku segera memacunya dengan kecepatan sedang menuju sekolah.
Sepanjang jalan suasana hari Senin mulai terasa. Padatnya kendaraan di jalanan dan seliweran anak-anak berseragam sekolah yang berjejer menunggu angkot lewat. Pekerja kantoran nampak menaiki ojek online menuju kantor masing-masing. Setelah perjalanan kurang lebih 10 menit, motor yang kupacu memasuki sebuah gerbang tinggi. Satpam dengan sigap membukanya ketika mendengar suara motorku.
Ya, inilah sekolah tempatku mengajar. Setiap pagi harus kutempuh jarak kurang lebih 2 km untuk mencapainya. Setelah motor kuparkir, aku berjalan menuju ruang guru. Sesampai di pintu lorong, nampak segerombolan anak menyerbuku.
"Ustadzaaaaah..." teriak mereka seraya menyerbuku.
Berebutan mereka memelukku satu persatu. Kubalas pelukan mereka dengan pelukan hangat juga. Tak lupa kubelai lembut kepala mereka dan mendoakan satu persatu. Mendoakan untuk kebaikan mereka, untuk kesehatan mereka, untuk keberkahan ilmu mereka.
Rutinitas pagi yang berlangsung selama beberapa menit itu begitu membekas di hatiku. Bagaimana tidak? Setiap pagi ada pelukan murid yang menyemangati untuk memulai hari. Senyum dan tawa mereka di pagi hari seakan memberikan suntikan semangat padaku. Wajah-wajah menggemaskan mereka membuatku jatuh cinta lagi di setiap paginya.
Pelukan-pelukan itu kebahagiaanku.
Pelukan-pelukan itu semangatku.
Peluk aku nak! Peluk ustadzah!
Selalu dan selamanya.
#day12
#30dwcjilid14
#squad1


Tidak ada komentar:
Posting Komentar